Selasa, 15 April 2014

Review : Magic Strikes (Kate Daniels #3)

Judul         : Magic Strikes
Author      : Ilona Andrews
Tebal        : 310 halaman
Bahasa     : English 
Genre      : Urban Fantasi
ISBN      : 1101026693 (ISBN13: 9781101026694)
Format    : Ebook
Penerbit  : Ace Books


When magic strikes and Atlanta goes to pieces, its a job for Kate Daniels ...


Drafted into working fot the Order of Merciful Aid, mercenary Kate Daniels has more paranormal problems than she knows what to do with these days. And in Atlanta, where magic comes and goes like the tide, that's saying a lot.

But when Kate's werewolf friend Darek is discovered dead, she must confront her greatest challenge yet. As her investigation leads her to Midnight Games-an inventitation only, no holds barred, ultimate preternatural fighting tournament-she and Curran, the Lord of the Beast, uncover a dark plot that may forever alter the face of Atlanta's shapeshifting community...

Senin, 14 April 2014

BBI's Anniversary : Guest Post Wenny (Widy Bookie)




Hari ini, pagi yang cerah sekali ya di Surabaya. Nggak kerasa udah lewat sehari dari ultah Bebi yang ke-3 tahun. Happy Birthday Bebi ku :* .. #garing

Oke, berhubung sekarang tanggal 14. Pastinya udah tau kan hari ini adalah hari apa untuk para member BBI?? Iaaaa.. bener bingit, sekarang hari dimana posting guet-post nya BBI :D . Kali ini Legitur kedatangan tamu  dari Widy Bookie dengan nama penulis nya adalah Wenny umurnya sekitar 18 taun. Baiklah, mungkin kalian juga nggak sabar gimana sih itu si Wenny dan kayak apa dia.. Ini dia, opini dia yang kemarin dia kirim ke aku sekaligus, pertanyaan yang dariku .. 


Opini Setengah Curhat: Buku vs Film Adaptasi



Pada suatu hari yang cerah, turunlah seorang bidadari yang sangat unyu bernama Wenny Widyastuti. Bidadari yang satu ini nggak mainstream dong, dia nggak punya tongkat ajaib. Dia cuma punya blog ajaib bernama Widy Bookie (widybookie.blogspot.com(jangan klik) dan media sosial yang bisa berkicau bernama @widywenny. Lagi nungguin uang jatuh dari mesin ATM biar bisa ganti lensa kacamata huahahaha *apaan ini -_- *.


Oke, aku tahu sebenarnya tema ini udah terlampau mainstream untuk dibahas, tapi mau bagaimana lagi. Teman-teman tahu kan tentang keadaan dimana seseorang sedang kehabisan akal karena akalnya udah dihabisin sama UTS dan dia harus menyelesaikan hutang postingan sebelum dateline? Nah, itulah.

Sebelum opening post kali ini mulai gagal fokus, mari persilakan penulis (posting) ini untuk memperkenalkan diri. Wenny Widyastuti, belum genap 19 tahun, bisa dijenguk di widybookie.blogspot.com (yang nggak mampir ke blogku aku sumpahin timbunannya makin banyak!), hobi membaca fiksi-fiksi romantis tapi nggak hobi banget kalau disuruh baca buku kimia analisis dan kimia organik. Ya, aku orangnya pilih-pilih kalau soal bacaan. Andai aku bisa membaca segala hal dengan senang hati...

Duh, bahkan inti dari post ini belum dijelasin, tapi yang nulis udah curcol aja.

Kali ini aku pengen curhat ke pembaca blognya Sasti yang kece-kece ini, tentang ketiadaan waktuku untuk menonton film 3600 Detik yang ada Steven Wiliamnya pandanganku tentang film yang diadaptasi dari buku dan buku yang diadaptasi jadi film. Aku nggak pengen ngebahas buku yang diadaptasi dari film karena pasti nggak sesuai sama seleraku hahaha~

Jadi gini, sebagai pembaca sekaligus pengguna internet, kalian sering dong dapat info kalau ada sebuah buku yang bakal difilmkan. Terus suatu hari, kalian mendapati buku favorit sepanjang masa kalianlah yang akan difilmkan. Terus bagaimana pendapat kalian?

--hening--

Kalau aku, kalau aku loh ya, aku selalu cuek kalau ada buku yang diadaptasi jadi film walaupun aku pernah baca buku itu, asal buku tersebut bukan buku favoritku. Nah, kalau buku favorit gimana? Aku kena paranoid parah. Aku takut adegan-adegan tertentu dalam buku itu bakal hilang lenyap entah kemana. Aku takut pemeran tokoh-tokoh tertentu, apalagi tokoh favoritku, nggak sesuai sama hati nuraniku dan imajinasiku akan tokoh tersebut. Aku takut ceritanya bakal beda jauh sama jalan cerita buku aslinya.
Oke, selain labil dan sebagainya, ternyata Wenny anaknya juga parno.

Aku nggak ngerti ya sebenarnya kekhawatiran semacam ini hanya menyerangku atau menyerang pembaca-pembaca lain.

Namun, walaupun sebenarnya aku dirundung kekhawatiran akan hal-hal tadi, aku tetap sebisa mungkin nonton filmnya. Ya kalau ada waktu, uang, dan tebengan buat ke bioskop sih. Kalau nggak ada, kan tinggal nunggu beberapa bulan kemudian dan taraaaa link download akan bertebaran di jagad maya. Eh tapi jangan dicontoh ya, nanti production house-nya rugi. Nanti mereka nggak bikin film adaptasi lagi. Ke bioskop aja!

Gimana ya, walaupun lebih sering dibikin kecewa sama film adaptasi, aku masih belum kapok untuk penasaran sama film-film tersebut. Dan siklus ada film adaptasi baru-penasaran-pengen nonton-nonton-dibikin kecewa-ada film adaptasi baru lagi-penasaran lagi dan seterusnya masih aja berlanjut. Heran.

Wen, jadi secara  umum kamu lebih suka bukunya apa film adaptasinya?

Tergantung. Tanyanya yang spesifik dong :P

Ada beberapa buku bagus, dan ternyata film adaptasinya juga bagus dan bisa memvisualisasikan (?) apa yang selama ini cuma kelihatan kabur-kabur dalam bukunya. Contohnya Harry Potter pertama sampai ketujuh part dua. Ya walaupun kadang imajinasiku pas baca bukunya dengan apa yang ada di filmnya kerasa agak beda, tapi benar-benar ada bagian tertentu dari buku yang jadi jelas dan terang benderang setelah nonton filmnya.

Ada buku yang nggak terlalu mudah dipahami maksud penulisnya, dan tiba-tiba banyak hal menjadi jelas setelah nonton filmnya. Misalnya, Rectoverso. Demi apa, pas baca bukunya aku cuma ngeh sama jalan cerita Malaikat Juga Tahu, dan setelah nonton filmnya aku jadi ngerti jalan kelima cerita yang ada di sana. Ya kecuali cerita Curhat untuk Sahabat sih.

Ada buku yang cukup bagus, tapi yang bikin film mengubah ceritanya sehingga agak beda dari aslinya. Sebenarnya aku agak nggak suka kalau ceritanya diubah sih, secara kita nonton film itu kan karena kita udah baca bukunya dan suka sama ceritanya. Kalau ceritanya sendiri yang jadi daya tarik utama, kenapa ceritanya diganti? Ada satu film adaptasi yang ceritanya diubah tapi aku nggak sepenuhnya nggak suka, Refrain. Aku sebel karena adegan surat menyurat itu diubah (aku suka isi surat di bukunya btw), tapi aku lebih suka ending di filmnya karena menurutku lebih jleb jleb daripada ending bikinan Winna Efendi. Aku juga suka filmnya karena ada Afgan di situ. Oke, abaikan kalimat tadi. Eh berarti faktor pemain bisa mempengaruhi pandangan orang terhadap suatu film dong? Ah, lupakan aja.

Ada buku yang bagus tapi film adaptasinya iyuh. Katakanlah, Summer Breeze. Sumpah ya, Orizuka itu penulis favoritku. Summer Breeze (versi buku, tentu saja) hampir sukses bikin aku nangis tanpa sebab yang jelas di travel. Tapi kenapa filmnya kayak gini amat T_T. Bahkan ketampanan Marcel Chandrawinata nggak berhasil mengobati rasa sakit hatiku (?).

Ada beberapa buku yang menurutku nggak terlalu bagus, dan film adaptasinya juga nggak bagus-bagus amat. Harus nyebutin contoh nggak sih? Kalau harus, aku harus sebutin: 5 cm. Kalau nggak harus,  anggap aja kalimat sebelum ini nggak ada.

--

Banyak kan yang bilang kalau biasanya pembaca bakal lebih suka sama bukunya ketimbang film adaptasinya. Tapi sebenarnya nggak selamanya juga bakal kayak gitu kan? Semua orang punya pendapatnya sendiri, bahkan Wenny yang tiap hari digoyang labu Erlenmeyer ini pun punya pendapat sendiri.
Secara umum, kalian lebih suka bukunya atau film adaptasinya?



Nah, gimana dengan kalian? Apakah kalian juga se PARNO dengan Wenny juga? Hahaa .. aku sendiri, asala menghibur dan oke, nonton. Kalau nggak, yaah ... uang nya di tabung aja dulu buat nonton konser nya Taylor Swift . Betewe, ini dia pertanyaan ku untuk si Wenny yang kemarin sempat aku kirimkan via FB :D


Hahaha~
^masuk-masuk udah ketawa aja.

Maaf ya lama. Wenny emang anaknya males-males semi berandalan gini :D

1. Tokoh kick-ass heroine, menurut pendapatmu tokoh kayak gitu gimana sih??

Aku suka. Soalnya tokoh-tokoh kick-ass heroine itu berkarakter aja gitu.
^jawabannya ngambang

2. Biaanya, kick-ass heroine itu akan ada pasangannya dan biasanya juga, pasangannya itu juga hot heroes. Nah, gimana pendapatmu tentang tokoh yang kayak gitu? Apalagi, dalam satu buku.. mereka sama-sama dominan?

Aku suka sama tokoh-tokoh berkarakter kuat kayak gitu dalam satu buku, tapi kalau ada lebih dari satu tokoh yang dominan biasanya aku agak nggak nyaman.

3. Lalu, lanjut ke serie buku. Banyak yang ngatain, buku ber series itu bikin gregetan. Apalagi, series buku nya itu jumlahnya keterlaluan. Apalagi, nggak di dukung dengan series tokoh yang menakjubkan. Tapi, dari segi ide nya emang seru. Nah, itu gimana pendapatmu??

Aku anaknya cenderung nggak suka series. Aku lebih suka buku yang sekali baca langsung kelar, karena aku nggak mau diPHPin sama semua rasa penasaran yang membelengguku. Tapi kadang aku masih suka baca series sih, walaupun jarang. Buatku, hal yang bisa bikin pembaca (yang kayak aku) betah mengikuti jalan cerita sebuah buku adalah jalan cerita itu sendiri. Selama ide ceritanya bagus, okelah. Karakter tokoh yang menakjubkan (?) itu kayak pelengkap, kalau bisa sih bikin serie yang ide ceritanya bagus dan karakternya bagus juga. Kalau karakternya kurang greget, ide cerita harus dibikin luar biasa bagus untuk menutupi semua kekurangan ini (?). Series yang jumlahnya banyak ya? Ya selama buku pertama sampai seterusnya berhasil bikin aku bertekuk lutut, okelah. Tapi kalau udah sampai di satu buku yang keadaannya menyedihkan, kayaknya buku selanjutnya nggak bakal tersentuh deh.

4. Udah baca meme nya mbak ren yang menceraikan pengarang? banyak yang kesel karena pengarang favorite mreka tiba-tiba berubah kayak yg diceritkan oleh mbak Ren. Nah, disini aku pengen tau komen kontra dari meme nya Mbak Ren.

*baru stalking blognya mbak ren*
Aku orangnya nggak terlalu ngikutin karya-karya penulis tertentu, aku lebih menilai sebuah karya berdasarkan karya itu sendiri, bukan penulisnya. Jadi kalau tiba-tiba aku baca karya seorang penulis yang nggak terlalu bagus padahal sebelumnya karya-karyanya top banget, ya udah sih ya, kenapa harus diceraiin segala? Mungkin nanti buku terbarunya bakal bagus lagi, atau kalau buku terbarunya malah lebih jelek ya udah, bodo amat. Mungkin karyanya yang lebih lama malah lebih bagus hahaha

5. Buku yang paling kamu suka dan biasanya ada di samping bantalmu itu apa? ceritakan sedikit tentang buku itu, mungkin aku tertarik unk baca ... 

Apa ya?
Buku yang selalu bobok imut di samping bantalku ganti-ganti sih, seringnya novel-novel romens karya penulis favorit kayak karya Orizuka atau Winna Efendi. Eh tapi penulis favoritku juga ganti-ganti sih (oke, ini labil banget). Pas jaman-jaman SMA dulu sering bawa I For You-nya Orizuka buat dikelonin sebelum
bobok, dibaca ulang mungkin sampai puluhan kali, sampai sampulnya lecet-lecet gitu sih. Kalau akhir-akhir ini lagi sering bawa-bawa The Choice-nya Nicholas Sparks, yang bagian awal ceritanya flat banget tapi bagian akhirnya aduuuuuhhhh....
^jawaban enggak fokus

6. pendapatmu tentang post+gust BBI itu kayak gimana? bisakah kmu buat krtu ucapan unk ultah BBI ... 

Guest post itu kreatif (?), bisa bikin kenal sama member lain, bisa bikin kenal sama blog member itu. bisa kenal gaya tulisan orang lain dan bisa menghindarkan pengunjung blog kita dari kebosanan karena isinya gitu-gitu aja (?). Banyak bisanya deh pokoknya.
Bikin ucapan aja ya, nggak usah bikin kartu-kartuan (guestnya males :P )
Selamat ulang tahun BBI, semoga makin bisa memberikan manfaat buat penerbit, penulis, editor, pekerja buku lain, toko buku, reviewer, pembaca, dan calon pembaca dari seluruh penjuru dunia :D
^ucapan ini alay, abaikan.

Heheheee .. gimana? Uda merasa deket dengan pemikiran dan karakter si Wenny dengan melihat jawaban dia? Yah, aku harap kalian juga merasa hangat dan bisa dekat dengan Wenny. Wen, senang sekali bisa kenalan dengan denganmu. Yah, walau hanya chatting di fb kayak orang yang tanya harga gula pasir :D tapi, dengan sedikit nya waktu itu, kita bisa menabung waktu untuk bertambah banyak waktu yang kita gunakan untuk chatting :D 

Ini dia, fotonya si Wenny ... 



Oke, itu saja yang bisa aku laporin tentang siapa itu si Wenny. Eh, betewe aku juga di undang sama mbak Uthie di Celoteh Putri . Kalau kalian tertarik bagaimana saya, cek ya ;) 


Sabtu, 12 April 2014

Review : Archangel's Consort (Guild Hunter #3)

Judul : Archangel's Consort
Author : Nalini Singh
Tebal : 324 halaman
Bahasa : English
Genre : Urban Fantasi
ISBN : 1101476923 (ISBN13: 9781101476925)
Format : Ebook
Penerbit : Published January 25th 2011 by Berkley (first published January 1st 2011

Vampire hunter Elena Deveraux and her lover, the lethally beautiful archangel Raphael, have returned home to New York only to face an uncompromising new evil… 

 A vampire has attacked a girls’ school—the assault one of sheer, vicious madness—and it is only the first act. Rampant bloodlust takes vampire after vampire, threatening to make the streets run with blood. Then Raphael himself begins to show signs of an uncontrolled rage, as inexplicable storms darken the city skyline and the earth itself shudders. The omens are suddenly terrifyingly clear.

An ancient and malevolent immortal is rising. The violent winds whisper her name: Caliane. She has returned to reclaim her son, Raphael. Only one thing stands in her way: Elena, the consort who must be destroyed…

Kamis, 10 April 2014

Review :Curran POV Collection (Curran POV 1-7)

Judul : Curran POV Collection
Author : Gordon Andrews
Tebal : 157 halaman
Bahasa : English
Genre : Urban Fantasi
ISBN : -
Format : Ebook
Penerbit : Published December 23rd 2013 by Ilona Andrews, Inc.

Collection of Curran POVs in chronological order.


Ini diberikan secara gratis di web nya Ilona Andrews. Pas tau, langsung deh aku download. Hanya saja, aku telat. Ini udah bisa diambil pas tahun 2013 kemarin. 

Betewe, aku bingung harus ngomong kayak apa. Di GR nggak ada sinopsis yang mengambarkan bagaimana buku ini. Hanya saja, buku ini merupakan gabungan POV nya Curran dari nomer 1-7. Dari Curran POV volume I yang udah aku review kemarin, lalu ke Curran POV volume II yang Father and Son, Kate's Daddy di Curran POV III, Curran ; Magic Strikes Hot Tube Scene di Curran POV IV, Curran ; Fernando's di Curran POV V, Curran; On the Day of the Panty Dinner: Part 1 di Curran POV VI, Curran; Naked Dinner: Part 1 and 2 di Curran POV VII ..

Gabungan dari beberapa POV nya lebih nyaman yang ini. Kenapa? Secara nggak pisah-pisah, jelas ya. Lalu, buku ini isi nya juga rada' lengkap dari penggalan-penggalan buku sebelumnya. Tapi, ada beberapa yang nggak ditambahi adegannya. Hanya beberapa saja kok yang ditambahi. Bahkah, dari sisi nya Curran pun setiap adegan masih bisa nyaman. Kocaknya pun aku juga bisa nyaman. Kalau dari opini ku yang kemarin, 28 halaman itu kurang, ini dengan 157 halaman pun aku masih merasa kurang :D Ah, kayak nya aku sedang klepek-klepek dengan sosok si singa ini ....




Ps : Buku ini dibaca dan direview untuk




Senin, 07 April 2014

Review : Archangel's Kiss (Guild Hunter #2)

Judul : Archangel;s Kiss
Author : Nalini Singh
Tebal : 588 halaman
Bahasa : English
Genre : Urban Fantasi
ISBN : 0425233367 (ISBN13: 9780425233368)
Format : Ebook
Penerbit : Published February 2nd 2010 by Berkley Sensation (first published February 1st 2010)


New York Times bestselling author Nalini Singh returns to her world of angelic rulers, vampiric servants, and the woman thrust into their darkly seductive world...


Vampire hunter Elena Deveraux wakes from a year-long coma to find herself changed—an angel with wings the colors of midnig
ht and dawn—but her fragile body needs time to heal before she can take flight. Her lover, the stunningly dangerous archangel, Raphael, is used to being in control—especially when it comes to the woman he considers his own. But Elena has never done well with authority.

They've barely begun to understand each other when Raphael receives an invitation to a ball from the archangel, Lijuan. To refuse would be a sign of fatal weakness, so Raphael must ready Elena for the flight to Beijing—and to the nightmare that awaits them there. Ancient and without conscience, Lijuan holds a power that lies with the dead. And she has organized the most perfect and most vicious of welcomes for Elena.

Sabtu, 05 April 2014

Review : Curran, Vol I (Curran POV #1)

Judul : Curran, Vol I
Author : Gordon Andrews, Ilona Andrews
Tebal : 28 Halaman
Bahasa : English
Genre : Urban Fantasi
ISBN :  2940011071737
Format : Ebook
Penerbit : Published July 21st 2010 by Ilona Andrews


This isn't a short story or a novella. This is a collection of scenes written by Gordon Andrews as a companion to our Kate Daniels series of books. These scenes illustrate the point of view of Curran, the Beast Lord of Atlanta and are provided in gratitude to our readers for all of their support. This collection isn't meant to stand on its own as an independent work of fiction.

Jumat, 04 April 2014

Review : Angel's Blood (Guild Hunter #1)

Judul : Angel's Blood
Author : Nalini Singh
Tebal : 290 halaman
Bahasa : English
Genre : Urban Fantasi
ISBN : 1101017880 (ISBN13: 9781101017883)
Format : Ebooks
Penerbit : Published March 3rd 2009 by Penguin Group US


Vampire hunter Elena Deveraux knows she is the best- but she does not know if even she is good enough for this job. Hired by the dangerously beautiful archangel Raphael, a being so lethal that no mortal wants his attention, Elena knows failure is not an option—even if the task is impossible.

Because this time, it's not a wayward vamp she has to track. It's an archangel gone bad.

The job will put Elena in the midst of a killing spree like no other—and pull her to the razor's edge of passion. Even if the hunt does not destroy her, succumbing to Raphael’s seductive touch just might. For when archangels play, mortals break.

Kamis, 03 April 2014

Review : Menanti Cinta

Judul : Menanti Cinta
Author : Adam Aksara
Tebal : 210 halaman
Bahasa : Indonesia
Genre : Romance
ISBN :  9786021497234
Format : Paperback
Penerbit :  Published February 1st 2014 by Mozaik Indie Publisher (first published August 1st 2013)

Cinta tak akan pernah membebani, baik bagi yang dicintai, maupun yang mencintai. Karena cinta adalah sebuah keagungan yang melembutkan hati dan mencerahkan kehidupan bagi yang memilikinya.

 Alex berhasil memiliki kekayaan meski terlahir cacat. Ia sadar, seperti cacatnya, ada hal yang tidak pernah akan dimilikinya dalam hidup. Cinta adalah salah satunya. 

Namun, cinta menjeratnya dalam diam dan menawarkan sebuah hasrat terpendam. Kini, ia hanya dapat mencintai dan terus mencintai, tak berdaya menolak pesonanya. 

Claire terlahir berlumur kemiskinan dan penderitaan. Semua yang diinginkannya hanyalah sebuah tempat untuk dapat berteduh dan lepas dari cengkraman orang tuanya. 

Ia tahu, cinta dan kebahagiaan adalah sebuah kemewahan. Ia tidak berani menginginkan mereka. Ia tidak ditakdirkan untuk bahagia. Cinta mempertemukan mereka. Menjerat mereka dalam mimpi kebahagiaan yang seolah tak pernah berakhir bagi kehidupan mereka. Bersama Alex, Claire berani mulai bermimpi dan mencoba mempercayai, kebahagiaan pantas untuknya.

Namun...

Alex menyimpan rahasia gelap demi mempertemukan mereka, Claire menyimpan rahasia yang membuat mereka tidak akan pernah bersatu. Takdir mendekatkan dan menjauhkan mereka. Cinta juga yang menghanyutkan dan menenggelamkan mereka dalam penantian, kehampaan dan kesakitan. Semuanya atas nama cinta dan kasih sayang. 

Apakah cinta akan dapat mempersatukan mereka kembali?

Senin, 31 Maret 2014

Halfway to the Grave (Night Huntress #1)

Judul : Halfway to the Grave
Author : Jeaniene Frost
Tebal : 358 halaman
Bahasa : English
Genre : Urban Fantasi
ISBN : 0061245089 (ISBN13: 9780061245084)
Format : Ebook
Penerbit : Published October 30th 2007 by Avon (first published September 1st 2007)


Flirting with the Grave... 

Half-vampire Catherine Crawfield is going after the undead with a vengeance, hoping that one of these deadbeats is her father - the one responsible for ruining her mother's life. Then she's captured by Bones, a vampire bounty hunter, and is forced into an unholy partnership. 

In exchange for finding her father, Cat agrees to train with the sexy night stalker until her battle reflexes are as sharp as his fangs. She's amazed she doesn't end up as his dinner - are there actually good vampires? Pretty soon Bones will have her convinced that being half-dead doesn't have to be all bad. But before she can enjoy her newfound status as kick-ass demon hunter, Cat and Bones are pursued by a group of killers. Now Cat will have to choose a side . . . and Bones is turning out to be as tempting as any man with a heartbeat.

Kamis, 27 Maret 2014

Review : Akar (Supernova #2)

Judul : Akar
Author : Dee
Tebal : 288 halaman
Bahasa : Bahasa Indonesia
Genre : Sci-Fic
ISBN : 9786028811712
Format : Paperback
Penerbit : Bentang Pustaka


Di Bolivia, Gio mendapat kabar bahwa Diva hilang dalam sebuah ekspedisi sungai di pedalaman Amazon. Di Indonesia, perjalanan seorang anak yatim piatu bernama Bodhi dimulai. Bodhi, yang dibesarkan di wihara oleh Guru Liong, akhirnya meninggalkan tempat ia dibesarkan dan bertualang ke Asia Tenggara. Di Bangkok, ia bertemu pria eksentrik bernama Kell yang mengajarinya seni tato.

Setelah melalui petualangan yang berliku di berbagai negara, Bodhi akhirnya kembali ke Indonesia. Ia dipertemukan dengan tokoh punk karismatik bernama Bong. Sejak itu, Bodhi menjadi bagian dari komunitas punk dengan perannya sebagai seniman tato.

Sebuah surat misterius yang ditemukan secara tidak sengaja oleh Bodhi kembali membawanya ke gerbang petualangan baru.

Sabtu, 15 Maret 2014

Review : Magic Burns (Kate Daniels #2)

Judul       : Magic Burns
Author    : Ilona Andrews
Tebal      : 209 halaman
Bahasa    : English   
Genre      : Urban Fantasi
ISBN      : 1436208149 (ISBN13: 9781436208147)
Format    : Ebook
Penerbit  : Ace Books


As a mercenary who cleans up after magic gone wrong. Kate Daniels knows how waves of paranormal
energy ebb and flow across Atlanta like a tide. But once every seven years, a flare comes, a time when magic runs rampant. When Kate sets our retrieve a set of stolen maps for the Pack, Atlanta paramilitary clan of shapeshifters, she quickly realizes much more is at stake. The stolen maps are only the opening gambit in an epic tug of waw between two gods hoping for rebirth, and if Kate can't stop the cataclysmic showdown, the city may not survive ...